шаблоны wordpress.

Perhitungan Volume Atap Baja Ringan

Tahapan yang biasa di lakukan oleh kontraktor/aplikator Atap Baja Ringan adalah sebagai berikut:
1. Penawaran
2. Pradesain
3. Pengukuran lapangan
4. Final desain
5. Eksekusi lapangan
6. Opname (Pengukuran actual yang terpasang)

Dari beberapa tahapan di atas yang akan kami jelaskan disini adalah  Pengukuran Lapangan karena ini sangat penting bagi calon konsumen

Walaupun pekerjaan sudah di lakukan secara bertahap sesusai dengan aturan namun adakalanya pekerjaan tetap saja tidak sempurna dalam arti selalu ada masalah, baik masalah teknis maupun non teknis. Untuk meminimalisasi terjadinya masalah maka semua pihak yang terlibat harus terjun langsung ke lapangan, minimal sekali meninjau kecuali untuk supervisor yang harus mengawasi pekerjaan di tahap lapangan.
Jika data yang di dapat dari gambar kurang lengkap / jelas maka enjinir harus melakukan pengukuran langsung ke lapangan. Pengukuran yang yang di lakukan oleh enjinir ini akan memudahkan ini akan memudahkan desain atap dan dapat memberikan masukan bila ada hal yang di mungkinkan akan menjadi masalah pada pemasangan atap.
Pengukuran yang dilakukan oleh orang lain seperti tukang atau mandor mungkin akan terjadi perbedaaan hasil di bandingkan pengukuran yang langsung di lakukan oleh enjinir.
Pengukuran yang dilakukan enjinir juga akan menentukan volume atap baja ringan yang akan dikerjakan, hal ini sangat penting karena akan sangat berhubungan dengan harga yang harus dibayarkan kepada aplikator baja ringan.
Penentuan volume atap baja ringan sangat sensitif sedikit saja perbedaan dengan hasil perhitungan owner akan menjadi masalah untuk menghindari hal ini tentu saja harus di jalin komunikasi yang baik antara kedua belah pihak.
Luas volume atap baja ringan termasuk didalamnya adalah panjang overstek/overhang, sudut kemiringan, jenis atap (perisai, pelana atau kombinasi keduanya atau variasi lainnya ).
Rumus untuk menghitung Volume Atap Baja Ringan  yang kami terapkan adalah

Luas bangunan + overstek x 1.30 (untuk sudut kemiringan atap 30 derajat)

Kenapa di kalikan 1.30 ?
Karena ini sangat berhubungan dengan perhitungan jumlah material yang digunakan untuk membentuk konstruksi rangka atap ringan khusus model pelana pada setiap kuda-kuda di pasang web untuk menunjang kekuatan kuda-kuda tersebut.
Bentuk kuda-kuda baja ringan berbeda dengan kuda-kuda kayu yang sering kita lihat yang hanya berbentuk segitiga dengan tiang di tengahnya dan jumlah kuda-kuda baja ringan lebih banyak.

kuda-kuda baja ringan

kuda-kuda baja ringan